Manajemen pelaksanaan survey jaringan transmisi   7 comments


Umumnya pelaksanaan survey (surveying) ini melibatkan keahlian dari sesorang yg mengetahui ilmu pemetaan (geodetic engineer), dan tenaga trampil dan berpengalaman sebagai surveyor. Pekerjaan survey ini lazimnya di TL adalah check survey , yang bertujuan memeriksa kesesuaian jalur dari rencana (TL Schedule) apakah itu deviasi jarak antar tower (span), sudut belokan (alignement), koordinat, posisi patok tower (CP=center peg) dan tugas mengupdate (memutakhirkan) data TL Schedule yang ada. Bila terdapat ketidaksesuain maka posisi tower dikembalikan ke posisi sesuai rencana (menggeser kembali posisi patok), bila tidak maka tindakan lebih lanjut harus diambil seperti merubah jalur (rerouting) dan membuat TL Schedule yang direvisi sesuai dengan kondisi aktual lapangan.

Patok adalah sebagai BM (benchmark) atau titik ikat dari Poligon, dalam survey TL ini ada beberapa patok yang perlu diperhatikan :
Patok CP , posisi ditengah pusat tapak tower, umumnya dikenali dari bentuk dan warna patoknya, umumnya patok dari beton yang permukaannya berbentuk bujursangkar berwarna biru dan diberi tulisan nomor tower (misalnya T.64, tower 64);
Patok CL (Centere line), posisinya adalah sbg penanda jalur, jumlah minimal dua buah pada jarak misalnya 15 meter dibelakang dan didepan patok CP, terbuat dari beton seperti tabung dan berwarba merah;
Patok Bantu, biasanya terbuat dari kayu batangan (kayu balok reng ukuran 2 x 2cm) diberi cat warna kuning, untuk memudahkan perhitungan pengukuran.

Bentuk serta warna merupakan aturan main (konvensi) saja, namun sekali hal ini ditetapkan, maka harus diikuti dan dikenali bagi mereka yg terlibat dipekerjaan TL ini. Patok-patok yang hilang biasanya dibuat dan dipasang ulang pada posisnya yaitu patok CP dan CL. Patok2 yang dibiarkan terlalu lama biasanya hilang tercabut atau rusak, tenggelam kedalam tanah atau bergeser. Kedudukan patok2 harus dibuat sekuat mungkin, bahan , bentuk dan kedalaman penanaman perlu disesuaikan dengan kondisi lokasi. Patok tidak boleh dibuat dari bahan tanaman yg mungkin bisa tumbuh seperti pohon, he he he.. Patok yang diberikan motif ukiran sebaiknya tidak digunakan, karena biayanya jadi mahal, kreativitas semacam ini sebaiknya dilarang biarpun lokasi TL berada di wilayah Jepara atau Pulau Bali, karena cukup merepotkan juga, kayaknya.

Penanaman patok sebaiknya jangan dilakukan pada lokasi pemakaman, rumah penduduk yang mungkin nantinya dibongkar, lapangan olahraga, jalan umum, tempat ibadah. Walaupun bisa saja berada pada  jalur TL yang nantinya akan dibebaskan oleh pemilik proyek. Sebagai bantuan mungkin saja kita memasang patok CL dan patok bantu lainnya, supaya kita jangan sampai kehilangan “jejak” dalam perhitungan koordinat dan arah jalurnya.

Praktek umum bagi tim survey adalah memiliki Surat Tugas dari pemilik proyek yang menjelaskan nama anggota tim, dan maksud pengukuran. Surat tugas ini penting bila memasuki daerah2 jalur yang melewati penduduk atau otoritas teretentu. Tentu saja Surat Izin juga diperlukan untuk memasuki wilayah tertentu seperti wilayah desa, seperti ke Kantor Desa/Lurah, ke hutan2 milik PERHUTANI, perkebunan PTPN, dan cagar wisata, ataupun tempat sensitif lainnya.

Peralatan Survey bagi tiap tim survey yang minimum adalah :
1 alat total station dan box peralatannya,1 tripod, 1 buah payung utk alat , batere yang telah dicas (charging) dan tahan dalam 1 hari pengoperasian dan batere cadangan jika perlu;
2 reflektor + 1 tripod,
1 mistar ukur,
1 pita ukur 50 meter,
3 pita ukur saku (meteran) 3 atau 5 m,
1 set alat tulis (pulpen, pensil dan penghapus, penggaris, spidol, kertas),
1 unit scientific calculator yang dapat diprogram,
1 set cat semprot (merk Pylox) untuk warna kuning, merah, biru atau dapat digunakan cat minyak lengkap dengan kuas untuk masing2 warna cat, biasanya diaplikasikan pada permukaan patok tower yang warnanya sdh pudar, dan thinner bila diperlukan;
1 alat handheld GPS (misalnya merk GARMIN), ini bersifat optional saja;
1 set tools (alat2 kecil penunjang kerja) seperti parang (bukan keris) yang kuat gagangnya, tajam, dan kokoh untuk menebang ranting2 pohon; linggis (bukan tombak), untuk mebongkar / menggeser posisi patok yang ada bila terjadi penggeseran; 10 – 20 m tali tambang bisa digunakan untuk melewati jalur/tebing yang curam;
1 set alat radio komunikasi 2 arah , atau walkie-talkie (handy talky) dengan frekwensi yang telah di setel atau barangkali ponsel, biasanya 5 unit (masing2 buat surveyor, pemegang reflektor, pioneer, driver) dan dayanya tahan untuk pemakaian seharian.

Tambahan lainnya adalah untuk keselamatan dan kenyamanan pada saat survey, diperlukan kotak P3K (obat2an ringan (maag, pusing, pereda nyeri, minyak angin), obat merah, plaster obat, perban dll), Lotion anti serangga/nyamuk/lintah/pacet (bila melewati daerah rawan malaria dan hutan basah), sun block (hehe..tapi ada juga yg bawa lho!malah parfum juga dibawa, terkesan mangada-ngada namun mereka yang memiliki kulit sensitif tertentu pasti memerlukannya), air minum dan bekal makan siang (untuk daerah tertentu). Perlengkapan lain yang dibawa oleh masing2 tim adalah ransel peralatan, pakaian kerja (topi/caping yang juga menutupi telinga dari terik matahari), sepatu boot, pakaian/kaos yang berlengan panjang).

Kendaraan untuk mobilisasi peralatan biasanya kendaraan yang 4 wheels drive ( 4 x 4) karena manuver pada kondisi jalan tertentu lebih unggul, kadang pekerjaan survey seperti jalur off-road. Driver yang menguasai kendaraan dan mekanik yang handal dan mengenal lokasi diperlukan.

Sesuai perkembangan jamannya, pengukuran dengan alat total station menjadi keharusan, pemilihan alat total station biasanya tergantung dari tingkat ketelitian (misalnya 1 detik atau 1″, 2″,5″) semakin teliti biasanya semakin mahal. Ketelitian pengukuran merupakan hal mutlak makanya alat ini selalu dikalibrasi secara reguler dan memiliki sertifikat kalibrasi, pengecekan ketelitian hasil bacaan dapat saja dilakukan dilapangan baik terhadap sudut ( arah bolak balika) dan jaraknya. Filosofisnya, setiap melakukan pengukuran selalu terjadi kesalahan, makanya kesalahan (error) ini selalu dijaga dalam batas toleransi. Hasil pembacaan pada alat dipengaruhi juga terhadap suhu udara, tekanan udara, kelengkungan bumi dll. Atau kesalahan operator sendiri misalnya kedudukan alat yg tidak tepat, kesalahan penulisan angka pengukuran (yg sering seperti gaya penulisan , angka 7 dibaca 1, dan letak koma desimal).

Life time dari peralatan Total Station perlu diperhatikan, menyangkut bila terjadi kerusakan mekanis dan elektronis alat, ketersediaan teknisi service dan sparepart, lokasi servis, sistem pengiriman alat (untuk kedaerah-daerah tertentu), ketersedian daya listrik dalam mengecas batere. Di Indonesia sepengetahuan saya merk asal Jepang sangat populer karena banyak tempat servisnya dikota2 besar. Dan tempat servis biasanya juga menyediakan penyewaan alat2 ukur ini, sebagai antisipasi bila alat masih dalam perbaikan.

Antisispasi terhadap kondisi jalur transmisi harus menjadi perhatian dan pertimbangan surveyor, seperti jalur hutan, perbukitan/pergunungan, sungai, jalan raya/tol, cagar alam/budaya, kondisi sosial masyarakat(SARA), perkebunan (kelapa, tebu, palawija, dll), persawahan, adat dan peraturan setempat.

Untuk jalur transmisi yang cukup panjang , mungkin saja dibutuhkan beberapa tim untuk percepatan progress proyek. Tim survey bisa memulainya dari masing2 ujung jalur, masing2 tim dimulai dari patok awal tower dan patok akhir, jika organisasi ditambah lagi, dapat juga tim survey dimulai dari titik patok diantara jalur dengan menetapkan patok tower tersebut sebagai acuan referensi perhitungan bagi tim2 lainnya. Sebagai ilustrasi :

Tim 1 >>                                          Tim 2 >>>                                                   >>!<<                       <<<Tim 3

0——————————————–0——————————————–0————————0

Twr 1                                                   T 72                                                                 T 114                                  T138

Posisi titik patok T 72 dan T114 harus ditetapkan dalam pelaksanaanya sebagai acuan koordinat. Guna keperluan pengecekan ulang yang mungkin diperlukan, urutan dan tim bisa diatur sedemikian rupa.

Aktivitas tim survey sebagai berikut :

  • pengukuran profil memanjang atau melintang tower dengan metode poligon terbuka, outputnya berupa Longitudinal Profile Drawing beserta Kontur (countur) jalur, Penggambaran jalur pada peta skala 1 : 5000, dan data kondisi akses jalan (jarak, permukan) dari lokasi jalan yang bisa dilewati kendaraan roda empat.
  • pengukuran diagonal profil, untuk masing2 posisi kaki/leg tower, ouputnya adalah Diagoanl Profile Drawing.
  • output proses perhitungan dan penggambaran akan terangkum dalam bentuk tabel, yaitu TL Schedule (atau dikenal dengan nama tower schedule).

Anggota tim survey yang bertugas biasanya mempunyai kualifikasi tertentu yang terdiri dari :
1 orang surveyor yang  mengukur jarak dan sudut dan operator alat, 1 orang asisten surveyor yang mencatat data;1 orang yang memegang reflektor diposisi belakang, 1 orang yang memegang reflektor diposisi depan Total Station, 1 orang pembantu yang bertugas untuk menjaga jarak pandang dari Total Station ke Reflektor dari halangan seperti tanaman, dahan dan ranting pohon, 1 orang pionering yang merintis jalur untuk pengukuran ke patok tower selanjutnya. Organisasi kerja mungkin saja diperbesar dengan penambahan tenaga sampai batas tertentu (jangan terjebak seperti membuat pasukan BODREX, mirip iklan di TV, he he)

Kemampuan seorang pionering/perintis jalur ini biasanya mereka yang memiliki kemampuan membaca peta jalur dan kemampuan yg baik dalam hal orientasi jalur dan medan kerja dilapangan dan memiliki semangat seorang survival serta hobi hiking (kayaknya gitu deh..)

Hasil-hasil pengukuran lapangan biasanya diolah di kantor proyek (Project Management Office/PMO) oleh engineer seperti perhitungan poligon – transformasi – koordinat. Dan penggambaran dilakukan oleh drafter baik manual atau dengan bantuan komputer.

Dalam proyek TL yang relatif panjang, umumnya target pelaksanaan pekerjaan survey adalah 1 hari/km, termasuk didalamnya pekerjaan kalkulasi data dan profile drafting.

Bila masa konstruksi pondasi masih cukup lama untuk dimulai akibat pembebasan lahan yang belum selesai, mungkin diperlukan tenaga yang khusus mengecek jalur (line maintenance supervisor) beserta patok2nya agar masih dalam kondisi baik dan mudah diindentifikasi.

Bila usai pekerjaan survey ini biasanya anggota tim dapat diperbantukan sebagai tenaga Stub-setting surveyor untuk pekerjaan pondasi.

Hambatan(constrain) umum yang mungkin dijumpai dalam survey lokasi dan jalur adalah :
- Patok2 lama hasil pengukuran terdahulu hilang atau bergeser atau sulit diidentifikasi nomor tower-nya;
- Tower Schedule yang tidak sesuai /akurat atau tidak jelas terbaca (hasil fotokopi yang kabur) dengan peta rencana project map);
- Alat survey yang kurang layak/memadai, kelupaan membawa peralatan yang dibutuhkan ketika dilapangan;
- Kondisi pengukuran dalam musim hujan;
- Kondisi geografis jalur (misalnya sawah yang berair, rawa, kebun tebu, perbukitan, lereng terjal);
- Jalur survey pada daerah yang memiliki sosial problem terhadap pembebasan lahan tapak tower, seperti penduduk yang antipati terhadap proyek SUTT/SUTET (yang ini biasanya bikin stress dan deg-deg an tim survey); atau bisa saja LSM-LSM yang protes pada pembangunan proyek TL.

Biaya pelaksanaan kerja survey dihitung berdasarkan rupiah per kilometer. Dibedakan antara pekerjaan check-survey dan new-survey. New-survey biasanya harganya adalah dua kali harga satuan check-survey.

About these ads

Posted Friday 20 May, 2011 by Fellow in Land Survey

7 responses to “Manajemen pelaksanaan survey jaringan transmisi

Subscribe to comments with RSS.

  1. Tolong di ajarin Pak cara pengolaan data (perhitungan dan penggambaran data ukur dilapangan)Terima kasih

  2. Pak Thom, tentang pengolahan data bapak dapat menggunakan software khusus survey yang menurut saya sangat banyak, bahkan untuk instrument (Total Station) tertentu sudah menyediakan berbagai perhitungan untuk tujuan tertentu, tinggal input data saja dari hasil pengukuran. Khusus pengecekan jalur (cek survey), koordinat tower2 antara dua tension tower kita cek kelurusannya, jika terdapat koordinat yang tidak berada dalam posisi garis lurus, terjadi penggeseran (kiri-kanan,maju-mundur) dengan metode Transformasi maka kita dapat mengembalikan posisinya sesuai dengan Tower Schedule (jika diizinkan oleh klien, karena bisa saja posisi tower tidak boleh dilakukan mengingat pembebasan lahan sdh dilaksanakan) , artinya koordinat tepat berada dalam garis lurus yang menghubungkan titik2 patok diantara dua tower tension tersebut dan jarak antara titik (bentang/span/gawang) sesuai dengan rencana. Untuk pengembalian keposisi semula (pegging/spotting) dilapangan dengan metode perhitungan triangulasi akan didapat jarak dan sudutnya dari patok bantu (yang sudah diketahui koordinatnya) yg ada dilokasi. Dan untuk penggambaran bapak bisa melakukannya dengan memplot koordinat2 dan informasi koordinat tsb diatas kertas grafik milimeter atau langsung ke AutoCAD. Penjelasan mungkin terasa sulit, jika tidak langsung mempraktekkan pada kondisi aktual dilapangan, mohon maaf atas keterbatasan dalam penjelasan di blog ini. Trims

  3. Terima kasih informasinya Pak bisa sebutkan salah satu software khusus survey yg bapak biasa gunakaan Pak.terima kasih

  4. Terima kasih informasihnya Pak sy senang bs menemukan dan membaca artikel bapak itu sangat memberikan banyak manfaat buat sy tentang transmisi line.

  5. Terimakasih atas apresiasi Pak Thom, mengenai software survey, bapak dapat browsing sendiri lewat Google dengan mamasukan tag “Land Surveying Software”, dari sana ada banyak jenis software, umumnya fungsi sofware digunakan untuk menghitung (calculation) process dan penggambaran 2D/3D (drafting). Saya belum pernah menggunakan software tersebut, karena harganya yang cukup mahal. Kami untuk perhitungan menggunakan spreadsheet (MS Excel) yang kami customize secara khusus, dimana setelah hasil perhitungan berupa koordinat, maka lewat kemampuan Macro (Visual Basic) kami kembangkan suatu routine khusus yang menghasilkan suatu instruksi operasi kedalam software AutoCAD untuk penggambaran, dengan memanfaatkan routine Script (Autoscript) yang memang disediakan oleh CAD, AutoCAD menterjemahkan scrift file ini sehingga gambar utama (longitudianl profile) jalur transmisi dan andongan konduktor tergambar. Software land survey untuk keperluan perhitungan mungkin banyak sekali saya tidak bisa menyebutkan satupersatu, namun untuk penggambaran profile jalur sebaiknya menggunakan PLS-CADD, silahkan lihat di http://www.powline.com/products/pls_cadd.html .

  6. Saya sangat tertarik dengan perhitungan menggunakan spreadsheet (MS Excel) untuk penghitungan process dan penggambaran 2D/3D yang Bapak kembangkan dan saya merupakan pemula dalam survey transmisi ini. Apakah program Spreadsheet (MS Excel) yang Bapak kembangkan tersebut bisa saya peroleh dan bagaimana caranya ? Tks

  7. Dear Pak Sismoyo, pada prinsipnya penggambaran profile lewat spreadsheet yang saya gunakan dapat dijelaskan sebagai berikut :
    - pertama adalah memasukan hasil koordinat pengukuran kedalam spreadsheet untuk dilakukan suatu proses perhitungan, dan setelah didapatkan hasil perhitungan spreadsheet berupa koordinat yang diperlukan untuk penggambaran, maka kita akan membuat suatu program apakah lewat macro ataupun program visual basic yang disediakan oleh Microsoft Excel dengan menggunakan perintah-perintah didalam Autocad seperti halnya kita menggunakan Command Line prompt (Referensi: Dapat menggunakan perintah AUTOSCRIPT) pada AutoCAD seperti perintah “LINE” ,”SPLINE” “LAYER” dll dengan menyertakan koordinat untuk penggambarannya.
    - kedua, setelah baris perintah AUTOSCRIPT dilakukan di Excel, untuk selanjutnya disimpan kedalam sebuah file berekstensi ***.scr, yang tidak lain berisi serangkaian perintah penggambaran dalam bentuk teks (txt) yang hanya dikenali oleh AutoCAD sendiri,
    - ketiga, program AutoCAD dijalankan dan kemudian file **.scr tadi dibuka, dan kemudian AutoCAD secara otomatis menjalankan perintah-perintah penggambaran tersebut, dan untuk selanjutnya file AutoCAD tersebut dapat disimpan ataupun dicetak,

    Untuk mendapatkan program hasil pengembangan ini belum bisa , terkait dengan “periuk nasi perusahaan” sehingga hanya dipergunakan oleh tim saya sendiri. Mohon maaf.

    Semoga penjelasan ini membantu jika bapak ingin mengembangkan program sendiri. Terimakasih.

Berikan komentar atau pesan anda

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Follow

Get every new post delivered to your Inbox.

Join 25 other followers

%d bloggers like this: