Penyelidikan Tanah dengan Metode Pengeboran (Boring)   Leave a comment


Penyelidikan tanah dengan metode ini bertujuan menentukan jenis dan sifat-sifat tanah (soil properties) pada lokasi yang akan dibangun pondasi dari tiap tebal lapisannya. Pengambilan sample tanah ini dikenal dengan sebutan undisturbed soil sample (pengambilan tanah tidak terganggu). Pengambilan sample tanah ini adalah dengan cara menge-bor sampai kedalaman tertentu dengan menggunakan tabung (pipa) logam berongga kedalam tanah. Di proyek transmisi biasanya dengan metode Hand Auger (manual), kedalaman umum dengan cara ini bisa sampai 5-6m, kedalaman ini mungkin memadai untuk penyelidikan tanah pondasi pada tipe pad and chimney. Tapi tentu saja tidak cukup untuk rencana pondalam (pile foundation), untuk itu dengan pengeboran dengan mesin diperlukan (deep boring). Lembaga penyelidikan tanah seperti halnya konsultan tanah, lembaga PU (Pekerjaan Umum) dan universitas2 tertentu yang memiliki peralatan dan laboratorium mekanika tanah biasanya jasa mereka selalu dimanfaatkan dalam melakukan investigasi ini.

Dalam spesifikasi proyek TL, jumlah titik  penyelidikan umumnya dilakukan pada tiap lokasi tower jenis tension atau satu titik tiap jarak 10 km jalur, ataupun berdasarkan usulan kontraktor atau klien dalam penentuan jumlah titik dan lokasinya. Biasanya pekerjaan bor ini melengkapi hasil penyelidikan tanah dengan cara sondir, artinya sondir dilakukan terlebih dahulu. Kelemahan boring adalah kesulitan untuk menembus lapisan batuan, untuk lapisan batuan diperlukan cara penyelidikan khusus yaitu core drill.

Tabung-tabung dimasukkan (ditekan/push) kedalam tanah, dengan cara menyambung ujung-ujungnya bagian demi bagian sampai kedalaman yang dikehendaki. Sample tanah yang berada dalam tiap bagian tabung selanjutnya dijaga dan dirawat (ujung-ujung pipa yang berisikan tanah ditutup dengan bahan khusus/lilin), untuk kemudian dibawa ke laboratorium penyelidikan tanah. Umumnya untuk menghemat, tidak seluruh tanah pada tiap lapisan yang dibawa ke laboratorium, hanya tanah pada lapisan kedalaman desain rencana saja yang dibutuhkan, mungkin saja sample pada kedalaman 3-4 m.

Hasil uji dilaboratorium akan memberikan beberapa soil data/parameter penting yang dibutuhkan dalam perhitungan desain pondasi. Untuk itu dipilih beberapa metode pengujian saja di laboratorium yang akan menghasilkan data tanah yang diperlukan.

Data tersebut antara lain :

1. Indeks tanah (Y, w, e, gs, dll) :

- Pengukuran volume dan berat benda uji
– Uji saringan (sieve analysis test)
– Atterberg Test

2. Kuat Geser Tanah (c, Φ):

- Triaxial Test (UU,CU,CD)
– Direct Shear Test
– Unconfined Compression Test

…………

Laporan hasil pengeboran tanah harus dibuat jelas dan tepat pengawas lapangan yang menangani pekerjaan selain harus selalu mencatat hal-hal kecil yang berkaitan dengan pelaksanaan pekerjaan, seperti : pergantian alat dan tipenya, kedalaman pada waktu penggantian alat, metode penahanan lubang bor agar stabil atau penahan tebing lobang uji.

Sesudah contoh tanah diuji di laboratorium, ditentukan klasifikasinya. Catatan lapangan bersama dengan hasil pengujian laboratorium tersebut dirangkum sedemikian sehingga batas-batas antara material yang berbeda diplot pada elevasi yang benar, menurut skala yang ditentukan.

Semua hasil-hasil pengeboran dicatat dalam laporan hasil pengeboran (atau disebut boring log), yang berisi antara lain:

- Kedalaman lapisan tanah.
- Elevasi permukaan tiik bor, lapisan tanah dan muka air tanah.
- Simbol jenis tanah secara grafis.
- Deskripsi tanah.
-Posisi dan kedalaman pengambilan contoh. Disebutkan kondisi contoh terganggu atau tak terganggu.
- Nama proyek, lokasi, tanggal, dan nama penanggung jawab pekerjaan pengeboran.

Dalam penggambaran profil lapisan tanah, lapisan tanah disajikan dalam bentuk simbol-simbol yang digambar secara vertical. Gambar berikut menyajikan contoh symbol-simbol tersebut. Kebanyakan tanah terdiri dari beberapa campuran dari jenis tanah-tanah tertentu, seperti lempung berlapis, lanau berlapis, lanau berpasir, kerikil berlanau, dan sebagainya. Dalam kondisi ini, symbol-simbol dapat dikombinasikan, dengan kandungan tanah yang dominan digambar lebih banyak atau lebih tebal.

(bersambung)

About these ads

Posted Friday 27 May, 2011 by Fellow in Soil Investigation

Berikan komentar atau pesan anda

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Follow

Get every new post delivered to your Inbox.

Join 25 other followers

%d bloggers like this: