Kalkulator Survey vs Ponsel Android   Leave a comment

Wabah sistem operasi Android pada ponsel gak bisa dibendung, cukup banyak “berkeliaran” ponsel lokal yang dipakai buat komunikasi disamping merk-merek lain yang cukup terkenal. Disamping itu pula sudah banyak aplikasi yang diinstall kedalam ponsel guna membantu pekerjaan disamping hiburan lainnya.

Ponsel android atau dikenal sebagai ponsel “robot ijo” ini juga tentunya akan banyak membantu jika kita bisa memanfaatkan aplikasi yang ada untuk berbagi tujuan. Ponsel dengan merek buah-buahan seperti apel dan blekberi juga bisa. Ponsel mbak Nukiem dan mas Samsul apalagi.

Bagi seorang surveyor lapangan yg banyak bergulat dalam masaalah pengukuran geodetic/ geodesi tentunya peran ponsel bisa saja menggantikan kalkulator handheld dalam melakukan perhitungan.

Fitur-fitur yang bisa dimanfaatkan dalam sebuah ponsel android saat ini, antara lain:

– GPS (Global Positioning System) dengan istem koordinat global

– Peta  (Map) dengan citra satelit

-Navigasi (penunjuk arah jalan)

-Kompas

-Altimeter (Pengambilan posisi ketinggian dimuka bumi) dan mungkin dapat digunakan sebagai sebuah barometer.

– Accelerator dan proximity, gyroscope? untuk mengetahui bidang dan sudut

Dari semuanya itu, penulis mencoba mengembangkan suatu program aplikasi yg memudahkan surveyor lapangan dalam menghitung beberapa pekerjaan seperti berikut.

1. Penentuan koordinat (traverse)

Aplikasi ini berguna untuk menentukan koordinat jika diberikan sudut bidikan total station dan jarak yang terukur pada bidikan. Data berupa koordinat backsight dan koordinat posisi alat (instrumen),

Perhitungan dalam aplikasi ini baru dikembangkan hanya menggunakan jarak dalam satuan meter dan sudut dalam satuan derajat (decimal degree) bukan dalam satuan derjat-menit-detik atau gon sepertuii yg dikenal surveyor. namun dapat dikonversikan secara manual dengan kalkulator.

Penulis membuat aplikasi ini dalam bentuk file.APK yg umum bisa diinstall kedalam ponsel android. Pembaca bisa mendonlodnya, menginstall dan menjalankannya.

Ponsel yg dilakukan untuk program ini adalah ponsel Samsung Chat GT-B5330 dengan OS Jelly Bean. Untuk pemboca yg mempunya versi lain bisa mencoba, dan ditunggu komentar serta sarannya.

Penampakan diponsel seperti berikut:

Screenshot_2014-04-16-19-18-50

Download APK-nya disini https://drive.google.com/file/d/0B1j-NG5a55ylaEpaMUNOT0UxN28/edit?usp=sharing

b. Penentuan Sudut dan Jarak

Perhitungannya adalah dengan memasukkan koordinat dari patok backsight dalam bentuk koordinat x dan y atau Easting dan Northing dalam satuan meter. Selanjutnya koordinat posisi instrumen dan posisi target (Foresight).Kemudian akan tekan tombol kalkulasinya seterusnya muncul sudut (bearing angle) yang dibentuk dalam satuan derajat desimal dari patok backsight searah jarum jam (clockwise) .

Penampakannnya seperti berikut:

Screenshot_2014-04-16-19-18-30

File programnya dapat disedot pada link berikut ini https://drive.google.com/file/d/0B1j-NG5a55ylbnBqWWFiNXE5TXc/edit?usp=sharing

c. Untuk perhitungan lainnya sedang dikembangkan. Sabar aja ya..

 

 

Manual Konstruksi Pekerjaan Jalur Transmisi   Leave a comment

Untuk manual pekerjaan T/L yg cukup bagus dapat di download disini. Dokumen dalam bentuk pdf (butuh Adobe Reader untuk membacanya)

Posted Friday 13 December, 2013 by Fellow in Reference

Standar perencanaan yang berlaku di Indonesia dalam bidang transmisi   3 comments

Berikut adalah Standar PLN (SPLN) dalam bidang Transmisi yang ada di Negara kita, Materi2 dalam bentuk PDF juga dapat di-download pada link yang ada disini :

SPLN Bidang Transmisi

SPLN Bidang Distribusi (pelengkap dari blog ini)

Daftar isi berada dalam link tersebut, silahkan di download file dengan extension (.docx) atau dalam format Microsoft Word 2007.

 

 

 

Posted Friday 14 June, 2013 by Fellow in Reference

Kendala sosial dan teknis dalam proyek transmisi listrik   Leave a comment

Dalam pekerjaan proyek transmisi ada beberapa yang mungkin dihadapi dan harus ada solusi atau di antisipasi sehingga aktivitas ataupun progress pekerjaan menjadi berhenti (idle) atau lambat (delay). Berikut ini adalah pengalaman penulis dalam mengerjakan berbagai proyek transmisi:

Isu sosial yang umum ditemukan dalam Proyek Jalur Transmisi yang menyebabkan terhentinya/terlambatnya kegiatan konstruksi:

  1. Jalur transmisi tidak boleh dilalui akibat adanya isu tentang bahaya pelintasan jalur listrik tegangan tinggi(SUTET) dan isu radiasi listrik terhadap kesehatan manusia. Dan umumnya disikapi dengan minta ganti rugi / kompensasi sepanjang jalur, pemintaan pemindahan jalur. Juga dalam bentuk aksi ancaman, demo warga dibawah jalur
  2. Akses masuk kelokasi tower dilarang oleh warga akibat belum dibayarnya atau kesalahan dalam pembayaran lahan tapak tower, tanaman pada tapak tower, pengurusan izin-izin yang belum disahkan oleh pihak yang berwenang seperti PERUMKA, PEMDA, Dan sertifikat kepemilikan tanah yang belum dikembalikan ke pemilik.
  3. Kompensasi / ganti rugi tanaman akibat pemotongan, kerusakan jalan masuk akibat kendaraan berat diluar batas wajar, kerusakan akibat pekerjaan yang menimpa fasilitas umum milik/properti warga masyarakat, pelarangan kendaraan untuk mengangkut material kelokasi proyek.
  4. Premanisme, pencurian material, mel-mel, pemerasan, upeti kepada warga setempat, provokasi buruk oleh warga, sumbangan yang dipaksakan kepada kontraktor
  5. Hutang oleh pemborong yang belum dilunasi sehingga pekerjaan lanjutannya tidak dapat dikerjakan terutama utang makan di warung, kos, toko material bangunan
  6. Meminta dengan paksa untuk pekerjaan borongan oleh warga sekitar tower yang harga satuan borongan melebihi dari batas normal harga pekerjaan.
  7. Hubungan pekerja dengan masyarakat sekitar yang tidak baik dan menyebabkan terancamnya jiwa pekerja.
  8. Instruksi penghentian kegiatan oleh otoritas pemerintah daerah
  9. Cuti/Libur/mogok pekerja yang lama akibat pemilu, lebaran, dll
  10. Ketidak seragaman harga satuan pekerjaan borongan untuk pemborong sehingga terjadi saling iri-mengiri (disparitas) diantara mereka, sehingga berhentinya pekerjaan borongan
  11. Manajemen yang tidak hati-hati menanggapi situasi kritis yang berkembang terhadap keamanan pekerja, pelanggaran adat/budaya masyarakat setempat
  12. Lokasi pemakaman disekitar tapak tower yang menyebabkan pemindahan makam, lokasi yang dianggap keramat oleh penduduk setempat sehingga perlu adanya acara yang bersifat kepercayaan.
  13. Izin lokasi ke Pemda setempat yang tidak terkoordinasi sehingga timbulnya gangguan berulang-ulang pada waktu pelaksanaan pekerjaan pada lokasi tertentu. Seperti izin yang berulang-ulang, ganti rugi kerusakan jalan yang berulang-ulang
  14. Hari-hari tertentu yang oleh warga dianggap keramat dan dilarang bekerja.
  15. Lokasi yang dianggap angker yang kadang-kadang tidak boleh dilalui. Perobahan lalu lintas transportasi material (dari yang dekat menjadi jauh)
  16. Force Mayor : tawuran/konflik dilokasi pekerjaan, aksi anarkisme yang mungkin bisa terjadi terhadap konstruksi yang telah ada

Isu teknis yang umum mengganggu kelancaran pekerjaan dilokasi

  1. Banjir, Cuaca:musim hujan yang terus menerus
  2. Kesulitan akses material, peralatan dan pekerja, seperti jauh, Lokasi terjal, licin, labil, curam, masih diperbaiki atau digunakan seperti (sawah, proyek jalan/rel), jembatan yang tidak sesuai dengan kapasitas angkut
  3. Material konstruksi yang sukar didapat / tidak tersedia/ terlambatnya pengiriman seperti air. Ketersedian resource pengganti/cadangan yang sukar didapat
  4. Kerusakan perlatan pada saat pemakaian dilokasi, yg membutuhkan perbaikan yg lama
  5. Sumber daya listrik yang kurang/tidak tersedia untuk pekerjaan yang membutuhkannya
  6. Alat komunikasi yang kurang/tidak tersedia untuk pengawasan pekerjaan
  7. Proteksi yang kurang/tidak ada di lokasi terutama yang dapat membahayakan pelaksanaan pekerjaan/pelaksana/konstruksi yang akan dibangun

Isu Manajemen yang menggangu pelaksanaan konstruksi:

  1. Schedule pembayaran ke subkontraktor yang belum dipenuhi.
  2. Desain konstruksi yang telat, Gambar kerja yang belum diapprove.
  3. Pengantian/pemindahan bagi tenaga kerja yang tidak pasti
  4. Schedule untuk pelaksanaan yang kurang matang, terutama mengenai jumlah dan mutu dari sumber daya –nya
  5. Penguasaan yang minim terhadap instruksi atau prosedur kerja sehingga adanya ke -kurangjelas –an sehingga terjadinya mis-interprestasi oleh pelaku dilapangan
  6. Antisipasi yang lambat bila terjadi penyimpangan terhadap pelaksanaan di lapangan, dan keterlambatan akibat kurang/tidak tersedianya data yang akurat untuk pelaporan pekerjaan dan pengawasannya

Posted Wednesday 13 July, 2011 by Fellow in Project Management

Kalkulator Surveyor   11 comments

Penggunaan kalkulator banyak membantu seorang surveyor dalam pekerjaan pengukuran di lapangan. Ada beberapa jenis perhitungan yang dibutuhkan oleh seorang surveyor dalam bidang pekerjaan jalur transmisi, yaitu perhitungan POLYGON, TRANSFORMATION, dan SETTING-OUT.

Penulis telah mengembangkan program-program perhitungan tersebut dengan menggunakan bahasa JavaScript yang disimpan kedalam format HTML. File tersebut dapat di download, dan disimpan kedalam file komputer dan bisa dijalankan pada browser Internet Explorer, Mozilla Firefox atau Google Chrome, dan dapat juga file disimpan ke dalam Hand Phone atau Smart Phone yang mendukung HTML seperti pada HP Nokia dengan Symbian OS, atau merek lain yang mendukung format HTML (bukan XML atau XHTML). Pemakaian HP tentu beralasan dikarenakan barang yg satu ini jadi barang wajib yg selalu dibawa-bawa  untuk keperluan komunikasi saat ini. Untuk mengecek spesifikasi HP atau Ponsel sebaiknya kunjungi website ini.

1. Perhitungan Polygon

Perhitungan Polygon bertujuan untuk memperoleh koordinat (x,y) dari hasil bidikan (aim) instrumen pada suatu target, atau katakanlah pada posisi objek. Instrumen yang dimaksud adalah Total Station.

Sebagai contoh, bila posisi instrumen dengan koordinat (Xi,Yi) telah diketahui, dan diketahui pula koordinat belakang atau backsight yaitu (Xb,Yb), maka bila kita membidik posisi target/objek dengan jarak (distance) dan sudut (angle) dari posisi backsight maka kita akan mendapatkan koordinat target atau foresight yaitu (Xf,Yf).

Misalnya :

Posisi alat, Instrument koordinatnya (0 m,0 m) maka pada program dimasukkan Xi=0 dan Yi=0, selanjutnya instrument membidik patok belakang, Backsight yaitu dengan koordinat yang telah diketahui (-5m,5m), maka dimasukkan Xb=-5 dan Yb=5, kemudian alat tersebut dari posisi backsight yang telah dikunci berusaha membidik suatu objek dengan sudut 90,5 ° (searah jarum jam) dengan jarak yg diperleh alat sebesar 10 meter, setalah dimasukan Angle = 90,5° (atau 90° 30′ ) dan Distance = 10, diperoleh koordinat target (Xf,Yf) yaitu Xf = 7.132504491541816 meter dan Yf = 7.0090926429985085 meter.

Lihat ilustrasi berikut :

Untuk download program ini, klik disini POLYGON

2. Perhitungan Transformasi

Perhitungan ini bertujuan untuk memindahkan suatu titik objek yang koordinatnya telah diketahui, kesuatu titik yang berada tepat dalam suatu garis lurus secara tegak lurus. Dalam prakteknya kita berusaha menggeser suatu patok CP (center peg) yang tidak tepat pada jalur transmisi sehingga kembali pada jalur yang lurus.

Sebagai contoh, kordinat awal pada (9,1) dan koordinat akhir (1,9) yang bila dihubungkan akan membentuk satu garis yang lurus, bila terdapat koordinat yang berada diluar garis tersebut misalnya A (5,7) dan B(4,3), maka bila kita geser A dan B seara tegak lurus terhadap garis , diperoleh transfromasi titik A’ (4,6) dan B'(5.5,4.5).

Lihat ilustrasi berikut:

Untuk download program klik disini TRANSFORMATION

3. Perhitungan Setting-out

Perhitungan Setting-out adalah bertujuan untuk menempatkan suatu objek(misalnya patok) pada suatu koordinat (x,y) yang telah diketahui dari suatu perhitungan. Dari posisi Instrumen dan posisi Backsight yang telah kita kunci, maka kita dapat memutar Instrument sebesar suatu sudut dan sejauh jarak dari hasil perhitungan.

Sebagai contoh, bila Posisi Instrument pada koordinat (Xi,Yi), dan Posisi backsight dikunci yaitu (Xb,Yb), dan kita menginginkan untuk membuat suatu patok pada koordinat (Xf,Yf), maka kita harus membidik target pada sudut (Angle) dan jarak (distance) tertentu dari arah Backsight sehingga target berada diposisi (Xf,Yf) yang diinginkan.

Misalnya :

Posisi alat pada koordinat Xi=0, dan Yi=0, dan koordinat backsight yaitu patok belakang pada kordinat Xb=-5 dan Yb=5, diinginkan untuk menempatkan patok pada koordinat Xf= 7.132504491541816 dan Yf = 7.0090926429985085 berapa sudut dan jarak yang diperlukan sehinnga patok tepat berada pada posisi (Xf,Yf) tersebut.

Dengan memasukan data kordinat diatas kedalam program, kita harus memutar instrument dan membidik dengan Sudut (Aim angle) yang kita peroleh sebesar =90.5 ° dan sejauh Jarak (Distance) =10 meter dari posisi instrument.

Untuk download program ini, klik disini SETTING-OUT

Jika pembaca memperoleh kesalahan perhitungan, silahkan melaporkan kesalahan dalam comment di blog ini dengan contoh data perhitungan, supaya bisa dikoreksi.

Semoga bermanfaat.

Posted Friday 8 July, 2011 by Fellow in Land Survey

Download ebook untuk teknik transmisi tenaga listrik   8 comments

Pengantar dasar dalam memahami tentang teknik transmisi listrik, terdapat sumber bacaan (dlm Bhs. Indonesia) pada link berikut :

1. Teknik Transmisi Tenaga Listrik, Jilid 1

2. Teknik Transmisi Tenaga Listrik, Jilid 2

3. Teknik Transmisi Tenaga Listrik, Jilid 3

Semoga bermanfaat.

Tambahan : Sebuah presentasi yang cukup baik yg diperoleh penulis dari sumber lain dapat di download disini.

Posted Thursday 23 June, 2011 by Fellow in Download, Reference

Download ebook untuk pengantar teknik survei dan pemetaan dan alat serta teknik pengukuran   1 comment

Bagi yang masih awam dalam survey dan pemetaan , ada beberapa bahan bacaan (dalam Bhs. Indonesia) pada link berikut :

1. Teknik Survey dan Pemetaan, Jilid 1

2. Teknik Survey dan Pemetaan, Jilid 2

sebagai tambahan , dapat dibaca :

1. Alat Ukur dan Teknik Pengukuran , Jilid 1

2. Alat Ukur dan Teknik Pengukuran , Jilid 2

Semoga bermanfaat.

Posted Thursday 23 June, 2011 by Fellow in Download, Land Survey