Kendala sosial dan teknis dalam proyek transmisi listrik   Leave a comment


Dalam pekerjaan proyek transmisi ada beberapa yang mungkin dihadapi dan harus ada solusi atau di antisipasi sehingga aktivitas ataupun progress pekerjaan menjadi berhenti (idle) atau lambat (delay). Berikut ini adalah pengalaman penulis dalam mengerjakan berbagai proyek transmisi:

Isu sosial yang umum ditemukan dalam Proyek Jalur Transmisi yang menyebabkan terhentinya/terlambatnya kegiatan konstruksi:

  1. Jalur transmisi tidak boleh dilalui akibat adanya isu tentang bahaya pelintasan jalur listrik tegangan tinggi(SUTET) dan isu radiasi listrik terhadap kesehatan manusia. Dan umumnya disikapi dengan minta ganti rugi / kompensasi sepanjang jalur, pemintaan pemindahan jalur. Juga dalam bentuk aksi ancaman, demo warga dibawah jalur
  2. Akses masuk kelokasi tower dilarang oleh warga akibat belum dibayarnya atau kesalahan dalam pembayaran lahan tapak tower, tanaman pada tapak tower, pengurusan izin-izin yang belum disahkan oleh pihak yang berwenang seperti PERUMKA, PEMDA, Dan sertifikat kepemilikan tanah yang belum dikembalikan ke pemilik.
  3. Kompensasi / ganti rugi tanaman akibat pemotongan, kerusakan jalan masuk akibat kendaraan berat diluar batas wajar, kerusakan akibat pekerjaan yang menimpa fasilitas umum milik/properti warga masyarakat, pelarangan kendaraan untuk mengangkut material kelokasi proyek.
  4. Premanisme, pencurian material, mel-mel, pemerasan, upeti kepada warga setempat, provokasi buruk oleh warga, sumbangan yang dipaksakan kepada kontraktor
  5. Hutang oleh pemborong yang belum dilunasi sehingga pekerjaan lanjutannya tidak dapat dikerjakan terutama utang makan di warung, kos, toko material bangunan
  6. Meminta dengan paksa untuk pekerjaan borongan oleh warga sekitar tower yang harga satuan borongan melebihi dari batas normal harga pekerjaan.
  7. Hubungan pekerja dengan masyarakat sekitar yang tidak baik dan menyebabkan terancamnya jiwa pekerja.
  8. Instruksi penghentian kegiatan oleh otoritas pemerintah daerah
  9. Cuti/Libur/mogok pekerja yang lama akibat pemilu, lebaran, dll
  10. Ketidak seragaman harga satuan pekerjaan borongan untuk pemborong sehingga terjadi saling iri-mengiri (disparitas) diantara mereka, sehingga berhentinya pekerjaan borongan
  11. Manajemen yang tidak hati-hati menanggapi situasi kritis yang berkembang terhadap keamanan pekerja, pelanggaran adat/budaya masyarakat setempat
  12. Lokasi pemakaman disekitar tapak tower yang menyebabkan pemindahan makam, lokasi yang dianggap keramat oleh penduduk setempat sehingga perlu adanya acara yang bersifat kepercayaan.
  13. Izin lokasi ke Pemda setempat yang tidak terkoordinasi sehingga timbulnya gangguan berulang-ulang pada waktu pelaksanaan pekerjaan pada lokasi tertentu. Seperti izin yang berulang-ulang, ganti rugi kerusakan jalan yang berulang-ulang
  14. Hari-hari tertentu yang oleh warga dianggap keramat dan dilarang bekerja.
  15. Lokasi yang dianggap angker yang kadang-kadang tidak boleh dilalui. Perobahan lalu lintas transportasi material (dari yang dekat menjadi jauh)
  16. Force Mayor : tawuran/konflik dilokasi pekerjaan, aksi anarkisme yang mungkin bisa terjadi terhadap konstruksi yang telah ada

Isu teknis yang umum mengganggu kelancaran pekerjaan dilokasi

  1. Banjir, Cuaca:musim hujan yang terus menerus
  2. Kesulitan akses material, peralatan dan pekerja, seperti jauh, Lokasi terjal, licin, labil, curam, masih diperbaiki atau digunakan seperti (sawah, proyek jalan/rel), jembatan yang tidak sesuai dengan kapasitas angkut
  3. Material konstruksi yang sukar didapat / tidak tersedia/ terlambatnya pengiriman seperti air. Ketersedian resource pengganti/cadangan yang sukar didapat
  4. Kerusakan perlatan pada saat pemakaian dilokasi, yg membutuhkan perbaikan yg lama
  5. Sumber daya listrik yang kurang/tidak tersedia untuk pekerjaan yang membutuhkannya
  6. Alat komunikasi yang kurang/tidak tersedia untuk pengawasan pekerjaan
  7. Proteksi yang kurang/tidak ada di lokasi terutama yang dapat membahayakan pelaksanaan pekerjaan/pelaksana/konstruksi yang akan dibangun

Isu Manajemen yang menggangu pelaksanaan konstruksi:

  1. Schedule pembayaran ke subkontraktor yang belum dipenuhi.
  2. Desain konstruksi yang telat, Gambar kerja yang belum diapprove.
  3. Pengantian/pemindahan bagi tenaga kerja yang tidak pasti
  4. Schedule untuk pelaksanaan yang kurang matang, terutama mengenai jumlah dan mutu dari sumber daya –nya
  5. Penguasaan yang minim terhadap instruksi atau prosedur kerja sehingga adanya ke -kurangjelas –an sehingga terjadinya mis-interprestasi oleh pelaku dilapangan
  6. Antisipasi yang lambat bila terjadi penyimpangan terhadap pelaksanaan di lapangan, dan keterlambatan akibat kurang/tidak tersedianya data yang akurat untuk pelaporan pekerjaan dan pengawasannya

Posted Wednesday 13 July, 2011 by Fellow in Project Management

Berikan komentar atau pesan anda

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: